Yayasan Lembaga SABDA Yayasan Lembaga SABDA
 

Kepada para Sahabat SABDA,

Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus!

Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) telah 25 tahun melayani masyarakat Kristen Indonesia dengan memulai dan mengembangkan studi Alkitab dan pelayanan Kristen digital (Biblical Computing and Christian Digital Ministry). Dengan memegang visi IT4GOD, YLSA berkomitmen menggunakan teknologi untuk memuliakan Tuhan. Melalui pelayanannya ini, YLSA telah menjadi fasilitator, katalisator, dan infrastruktur antara jemaat Tuhan Indonesia dengan bahan-bahan digital, terutama dalam menyediakan ekosistem untuk melakukan studi Alkitab secara GRATIS.

Kerinduan YLSA untuk memberikan pelayanan yang terbaik semakin terpacu saat kita semua dihadapkan dengan situasi sulit seperti saat ini. World Health Organization (WHO) telah menyatakan COVID-19 sebagai pandemi global. Indonesia juga ikut merasakan dampaknya dengan sangat cepat, bahkan telah diberlakukan status KLB untuk beberapa kota. Kita terus berdoa agar Tuhan berbelaskasihan dan menolong kita semua melewati masa-masa sulit ini. Imbauan pemerintah untuk melakukan social distancing harus kita taati sebisa mungkin agar penyebaran virus ini dapat diperlambat.

Saat ini, kita semua dihadapkan pada pertanyaan bagaimana orang Kristen merespons keadaan ini? Bagaimana kita bisa berkontribusi kepada masyarakat secara umum? Bagaimana kita bisa tetap menerima siraman rohani sementara pertemuan-pertemuan ibadah dan pembinaan dialihkan ke rumah? Bagaimana menolong jemaat agar tetap teguh dalam iman selagi kita terus berdoa?

Pelayanan digital YLSA dalam berbagai platform terus tersedia, bahkan semakin siap menjadi alternatif untuk membantu melayani jemaat Tuhan secara online.

Berikut adalah bahan-bahan yang SABDA sediakan GRATIS untuk Anda, keluarga, gereja, dan pelayanan Anda.

Dan, YLSA berkomitmen untuk menambah sebanyak dan secepat mungkin bahan belajar Alkitab dan pelayanan yang dapat menolong pertumbuhan rohani untuk menolong Anda dalam musim krisis ini!! Jika ada bahan-bahan yang Anda butuhkan, jangan sungkan untuk menghubungi kami (ylsa@sabda.org). Mari kita menjadi berkat dan terang bagi bangsa Indonesia.

Seperti kita ketahui, pemerintah mengumumkan masa darurat untuk virus Corona COVID-19 diperpanjang sampai 29 Mei 2020. Mari kita sukseskan usaha pemerintah dalam memberikan solusi atas kondisi yang sedang kita hadapi dengan mengajak para Sahabat SABDA untuk beribadah #DiRumahAjaDulu, sebagai gerakan bersama melawan COVID-19. Doa kita bersama, Tuhan akan menolong Indonesia untuk keluar dari situasi sulit ini dengan baik.

Ikuti terus perkembangan terbaru pelayanan YLSA melalui: https://ylsa.org dan https://sabda.org

Davida
Ketua YLSA

Download Aplikasi SABDA

Temukan di App Store Temukan di Google Play
 
 
 

Sepuluh Akibat Pemuridan yang Buruk di dalam Gereja

Oleh Chuck Lawless
 
Saya telah menulis di tempat lain tentang pemuridan di dalam gereja, yang meliputi cara untuk mengevaluasi strategi pemuridan dan bagaimana agar tidak menetapkan proses itu. Dalam tulisan mendatang, saya akan membahas cara untuk memperkuat pendekatan memuridkan gereja. Akan tetapi, di sini, berikut adalah sepuluh akibat yang dilihat oleh konsultan Lawless Group kami ketika sebuah gereja tidak melakukan pemuridan dengan baik.

Enam Tanda Murid yang Baik

Bagaimana kita mengukur pemuridan? Relatif mudah untuk mengukur kehadiran gereja, persembahan atau partisipasi kelompok kecil, tetapi bagaimana kita mengukur anggota gereja yang menjadi serupa dengan Kristus? Penilitian oleh Willow Creek Reveal menunjukkan bahwa kegiatan gereja tidak selalu membuat para pengikut Kristus menjadi orang-orang yang penuh pengabdian, tetapi adakah beberapa kegiatan yang bisa kita ukur untuk menolong jemaat kita bertumbuh?

Saya kira ada enam hal penting yang menunjukkan murid yang bertumbuh:

Tiga Hal Mendasar Bagaimana Pemuridan Berbeda dari Mentoring

Beberapa tahun yang lalu, seorang wanita muda meminta saya untuk membimbingnya menjadi seorang "ibu". Kami adalah rekan kerja, jadi kami memiliki banyak percakapan biasa. Sesekali, kami bertemu satu lawan satu untuk membicarakan kepedulian dan kekuatirannya saat dia membesarkan putrinya.

Dia mengajukan pertanyaan dan mengarahkan diskusi. Saya akan menawarkan saran dan mengarahkannya ke buku yang sesuai atau orang lain yang mungkin bisa membimbingnya. Kami juga akan berdoa bersama.

Salah Paham Orang-Orang Kristen Mengenai Pemuridan

Yesus memanggil kita untuk "menjadikan semua bangsa murid-Ku," tapi, apa artinya hal itu?
Oleh Ann Swindell
 

Bagi mereka yang mengikut Yesus, pemuridan haruslah menjadi pusat iman kita. Ini karena Yesus memerintahkan para pengikut-Nya; yang mana biasa disebut sebagai "Amanat Agung"; untuk "pergilah dan muridkanlah semua bangsa, baptiskanlah mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus, ajarkanlah mereka untuk menaati semua yang Aku perintahkan kepadamu" (Matius 28:18-20).