• empat_pertanyaan_yang_mengubah_makan_malam_menjadi_pemuridan

Empat Pertanyaan yang Mengubah Makan Malam Menjadi Pemuridan

-Ketika kamu duduk di rumahmu ....- Ulangan 6:7
Ayat ini terdapat di bagian yang sering dikutip tentang pemuridan dalam Ulangan 6:4-9, di mana Musa berbicara kepada umat Israel dan menjelaskan bagaimana mereka harus meneruskan iman mereka kepada generasi berikutnya. Dia menyebutkan empat momen khusus untuk berbicara tentang iman: Ketika kita duduk di rumah, ketika kita sedang dalam perjalanan, ketika kita berbaring, dan ketika kita bangun.

Saya menyukai empat momen ini karena semuanya universal — semua orang melakukan hal-hal ini. Mereka duduk di tempat yang mereka sebut rumah, mereka pergi dan keluar ke jalan raya, mereka tidur dan mereka bangun. Momen sehari-hari yang sederhana ini adalah saat ketika Allah hadir, jika kita mencari-Nya.

Selama beberapa minggu ke depan, saya ingin melihat empat momen ini dan menemukan beberapa cara kreatif untuk menggunakan waktu yang telah diberikan kepada kita. Hari ini, kita akan melihat momen di mana kita duduk di rumah dan bagaimana kita dapat menebus waktu itu untuk membagikan iman kita kepada anak-anak kita.

-Baik dan buruk!!-

Jika Anda pernah makan malam bersama keluarga Embree, pasti setelah kami berdoa, salah satu dari kami mengucapkan kalimat ini. Itu telah menjadi bagian dari DNA waktu makan malam kami dan sesuatu yang mengarah pada percakapan iman yang luar biasa melebihi tentang spageti dan salad. Beberapa momen kami yang paling menentukan sebagai keluarga dalam hal pemuridan dan pertumbuhan, terutama sebagai keluarga muda, terjadi karena empat pertanyaan ini.

Saya bukan pencetusnya, tetapi terima kasih kepada Dr. Kara Powell dari Fuller Youth Institute. Saya memiliki kesempatan beberapa tahun lalu untuk menghadiri seminar yang dipimpin olehnya tentang Sticky Faith dan bagaimana membantu anak-anak kami mengembangkan iman yang bertahan setelah sekolah menengah. Dia membagikan rutinitas waktu makan malam ini di konferensi itu dan saya langsung berpikir, -Ini mudah! Ini adalah sesuatu yang bisa kami lakukan!- Jadi, kami melakukannya.

Berikut adalah empat pertanyaan sederhana, tetapi sangat penting yang kami ajukan satu sama lain hampir setiap hari.

1. Seberapa BAIK KAMU hari ini?

Sederhananya, Anda hanya menanyakan apa yang berjalan baik hari itu. Mengapa? Nah, saya yakin Anda semua pernah mengalami percakapan sepulang sekolah yang sangat mencerahkan yang berlangsung seperti ini:

ORANG TUA - JADI, BAGAIMANA SEKOLAH HARI INI? ANAK - BAIK.

ORANG TUA - NAH, APA YANG KAMU LAKUKAN? ANAK - TIDAK ADA.

ORANG TUA - KAMU PASTI MELAKUKAN SESUATU. APA YANG KAMU PELAJARI? ANAK - ENTAHLAH.

ORANG TUA - OH AYOLAH, CERITAKAN AKU SESUATU! ANAK - * TATAPAN KOSONG *

Mengajukan pertanyaan seperti "Apa hal baik yang kamu alami?" menuntut jawabannya dalam bentuk cerita. Tentu, kadang-kadang, kita mengangkat bahu, tetapi sebagian besar waktu, kita mendengar tentang sesuatu yang terjadi hari itu yang jika tidak, kita akan jadi terlalu diam-diam. Ditambah seluruh keluarga dapat merayakan momen itu bersama.

2. Apa HAL BURUK KAMU hari ini?

Penting untuk menyadari bahwa tidak semua yang terjadi dalam sehari itu menyenangkan dan membahagiakan. Terkadang terjadi hal-hal yang membuat kita marah atau sedih. Memiliki tempat yang aman untuk menceritakan saat-saat sulit dan menangani bersama keluarga dapat mengarah pada beberapa momen paling berarti dalam kehidupan keluarga Anda. Kami pernah menangis bersama, membicarakan situasi yang sulit, berdoa untuk orang-orang yang menyakiti kami atau yang sedang terluka, dan membahas beberapa hal sulit yang dihadapi anak-anak dalam hidup. Kami tidak ingin anak-anak kami menjalani keberadaan "facebook" di mana hanya momen-momen indah yang disorot; sebaliknya, kami ingin mengajari mereka bahwa Allah dan keluarga adalah tempat yang aman bahkan di masa yang paling sulit.

3. KESALAHAN apa yang KAMU buat hari ini?

Kita semua sedikit merasa malu untuk yang satu ini. Itu mengharuskan kita untuk mundur dan mengakui bahwa kita mungkin telah membuat kesalahan. Diperlukan kerendahan hati untuk mengakuinya, tidak hanya kepada diri kita sendiri, tetapi juga kepada keluarga kita. Dan tidak ada yang dikecualikan; bahkan Ayah dan Ibu harus menjawab pertanyaan itu.

TAHUKAH ANDA PESAN APA YANG DIKIRIMKAN MELALUI INI KEPADA ANAK-ANAK KITA? BAHWA KITA MENGACAUKAN, TETAPI KASIH ALLAH TETAP TERSEDIA. PENGAMPUNAN DAN KASIH KARUNIA SELALU TERSEDIA. KADANG-KADANG, KITA DAPAT DENGAN TULUS BERKATA, "SAYA MENGALAMI HARI YANG BAIK DAN SAYA TIDAK DAPAT MEMIKIRKAN KESALAHAN APA PUN," TETAPI SAAT-SAAT ITU SEBANDING DENGAN SAAT-SAAT KITA MENYADARI BAHWA KITA TERSANDUNG DAN JATUH KE DALAM KASIH KARUNIA ALLAH. KITA INGIN ANAK-ANAK KITA TAHU BAHWA TIDAK PEDULI SEBERAPA BESAR "KESALAHAN" ITU, KASIH KARUNIA, CINTA DAN PENGAMPUNAN TUHAN SELALU TERSEDIA, DAN BEGITU JUGA MILIK KITA.

4. Di manakah KAMU melihat YESUS hari ini?

Sejauh ini, inilah pertanyaan favorit saya. Ini berbeda dari Hal Baik hari ini. Di sini kita mengalami Allah dalam kehidupan kita sehari-hari. Saya menyukai jawaban yang diberikan anak-anak saya untuk pertanyaan ini, hal-hal seperti, -Saya melihat Yesus ketika teman saya memeluk saya,- dan, -Saya melihat Yesus ketika guru saya memaafkan beberapa anak yang melakukan tiga pelanggaran dan memperbolehkan mereka makan es krim.- Melihat atribut Allah di dunia sekitar mereka membuat mereka terus mencari Yesus ke mana pun mereka pergi. Suatu kali, salah satu putri saya menulis pesan kepada seorang teman di mana dia berkata, "Ketika kamu [melakukan hal itu], saya melihat Yesus di dalam kamu." Itulah jenis pesan yang harus kita berikan satu sama lain!

Empat pertanyaan sederhana. Empat pelajaran hidup yang menakjubkan.

Empat cara mudah untuk terhubung. Empat momen yang direncanakan untuk pemuridan.

Dan sebagaimana meja makan berhasil untuk kami, mungkin itu akan berfungsi lebih baik untuk Anda saat mengendarai mobil? Atau sebelum tidur? Atau, bahkan mungkin melalui SMS jika anak Anda lebih dewasa?

IDENYA BUKANLAH MENCIPTAKAN "HAL" LAIN YANG MEMBUAT KITA MERASA TERTEKAN UNTUK MELAKUKANNYA. SEBALIKNYA, INI ADALAH UNTUK MENINGKATKAN BEBERAPA PENGALAMAN HIDUP ATAS APA YANG SUDAH KITA LAKUKAN UNTUK MENCIPTAKAN KESEMPATAN MENJADI TELADAN IMAN, MENGALAMI ANUGERAH DAN MENUMBUHKAN KASIH BERSAMA-SAMA.

Ingat, pemuridan di rumah bukanlah tentang melakukan lebih banyak hal. Sebaliknya, anggaplah itu sebagai kesempatan untuk mengundang Yesus ke dalam segala hal yang sedang kita lakukan. Banyak dari kita yang makan malam di rumah dan sebagian besar dari kita berusaha melakukannya bersama-sama, sebagai keluarga. Mengundang Yesus ke dalam praktik sehari-hari itu akan membuat hal yang biasa menjadi rohani, dari makan malam menjadi pemuridan, dari yang sementara menjadi kekal, dan itu adalah pemuridan di rumah. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Church Leaders.com
URL : https://churchleaders.com/children/childrens-ministry-articles/342128-practical-discipleship-four-questions-that-transform-dinner-into-discipleship.html
Judul asli artikel : Practical Discipleship: Four Questions That Transform Dinner Into Discipleship
Penulis artikel : Christina Embree