Ada sesuatu yang sangat memuaskan dalam melakukan segala sesuatu dengan keunggulan. Lagi pula, kita diciptakan menurut gambar Allah. Tidak ada yang Allah lakukan yang biasa-biasa saja. Allah melakukan segala sesuatu dengan keunggulan; itu adalah sifat-Nya. Cukup lihat keindahan yang menakjubkan dari sebuah pemandangan atau kilauan matahari terbit di atas lautan untuk melihat tidak hanya keindahan, tetapi juga keunggulan. Orang-orang tertarik pada keunggulan. Pikirkanlah. Apakah Anda lebih suka pergi ke restoran di mana makanannya dingin karena terlalu lama di dapur dan pelayanannya kasar juga tidak penuh perhatian? Atau, apakah Anda lebih suka suasana yang hangat dan ramah, di mana makanan disajikan dengan cepat oleh staf yang menghargai keunggulan dan benar-benar peduli dengan pengalaman Anda? Keunggulan itu menarik. Kita ingin menjadi teladan keunggulan dalam segala hal yang kita lakukan.
Mudah bagi saya untuk memahami contoh ini karena selama bertahun-tahun saya bekerja sebagai pelayan dan bartender. Saya menikmati pekerjaan saya. Alasannya, saya menyukai orang-orang dan menikmati melayani orang lain. Saya menemukan bahwa melakukannya dengan semangat keunggulan sangatlah memuaskan. Saya memiliki banyak pelanggan tetap yang meminta saya sebagai pelayan mereka. Beberapa di antaranya sangat dermawan, dan beberapa lainnya sangat pelit, tetapi hal itu tidak pernah memengaruhi tingkat layanan yang saya berikan kepada mereka karena memberikan yang kurang dari yang terbaik akan berdampak negatif pada hari saya. Yang saya temukan adalah saya tidak perlu sempurna. Jika, sesekali, saya salah dalam memesankan pesanan mereka, mereka memberi saya kelonggaran karena mereka tahu saya benar-benar peduli dan saya berusaha sekuat tenaga untuk melayani mereka dengan keunggulan. Akan tetapi, bagian terbaiknya adalah dalam suasana dengan keramahtamahan itu sehingga banyak kesempatan terbuka bagi saya untuk berbagi iman saya.
Kita dipanggil sebagai duta Kristus. Dengan kata lain, kita mewakili-Nya. 2 Korintus 5:20 berbicara tentang hal ini: “Kami adalah duta-duta Kristus. Allah menunjukkan panggilan-Nya melalui kami. Kami berbicara kepadamu demi Kristus, berilah dirimu diperdamaikan dengan Allah.” (AYT) Keunggulan bukanlah kesempurnaan, karena tidak ada sukacita dalam berusaha menjadi sempurna; kesempurnaan adalah sesuatu yang tidak dapat dicapai, dan hal itu hanya menimbulkan perselisihan. Namun, ada sukacita dalam melakukan sesuatu dengan keunggulan—berpuas hati dalam mengerahkan diri sepenuhnya untuk sesuatu. Mengetahui bahwa Anda telah memberikan yang terbaik, dan seiring Anda melakukannya, Anda akan terus tumbuh dalam keunggulan melalui komitmen tersebut.
Pendeta Adam menghadiri salah satu Konferensi Kepemimpinan Pastoral. Pelajaran yang ia bawa kembali kepada kita sebagai keluarga gereja adalah bahwa keunggulan menghasilkan kenyamanan, dan kenyamanan menghasilkan keterbukaan.
Kami adalah duta-duta Kristus. Allah menunjukkan panggilan-Nya melalui kami.
Sebagai orang Kristen, keterbukaan adalah sesuatu yang kita cari karena kita ada di sini untuk hidup sedemikian rupa sehingga menarik orang lain kepada anugerah penyelamatan Kristus. Kita adalah suara-Nya, dan orang-orang tidak begitu tertarik pada sesuatu yang kita katakan sampai mereka tertarik pada cara kita hidup. Mari kita hidup dengan keunggulan dalam kehidupan pribadi kita, di tempat kerja, dan saat kita melayani bersama sebagai gereja. Karena keunggulan menghasilkan kenyamanan, dan kenyamanan menghasilkan keterbukaan.
Atmosfer keterbukaan yang kita cari adalah keterbukaan terhadap Injil.
2 Korintus 5:20: “Kami adalah duta-duta Kristus. Allah menunjukkan panggilan-Nya melalui kami. Kami berbicara kepadamu demi Kristus, berilah dirimu diperdamaikan dengan Allah.” (t/Jing-jing)
| Diambil dari: | ||
| Nama situs | : | Every Nation Church, New Jersey |
| Alamat artikel | : | https://everynationnj.org/blog/excellence-is-attractive-2/ |
| Judul asli artikel | : | Excellence is Attractive |
| Penulis artikel | : | Pastor Dottie Flanagan |

