August 2026

Orang Kristen dan Generasi Penerus

Pada April 1942, Westminster Theological Seminary menyelenggarakan "The Christian World Order Conference", hanya beberapa bulan setelah Amerika Serikat secara resmi memasuki Perang Dunia II. Saat itu, dunia berada dalam masa yang penuh ketidakpastian. Tujuan konferensi tersebut adalah menunjukkan perbedaan antara pandangan dunia yang alkitabiah dan fasisme, komunisme, serta nasionalisme yang telah berakar di Eropa, Asia, dan wilayah lainnya.

Pemuridan Mendalam pada Era Digital: Memikirkan Ulang Gereja, Pelayanan, dan Kehidupan Bersama di Dunia Daring

Revolusi pada hakikatnya bersifat merusak dan mengguncang. Revolusi meruntuhkan hal-hal lama lalu mendirikan lembaga dan jaringan baru sebagai gantinya. Revolusi membawa konflik. Revolusi menginjak-injak hal-hal yang dahulu dianggap sakral dan mengangkat gambar serta ikon baru sebagai objek penghormatan publik. Revolusi dapat membawa kelegaan sekaligus bencana. Namun, yang terutama, revolusi mengubah keadaan.