Apakah Pemuridan Kristen itu?

Kata "murid" dalam Perjanjian Baru berasal dari kata Yunani yang berarti "pelajar" atau "pengikut". Jadi, ketika kita bertanya apa itu pemuridan Kristen, kita bertanya apa artinya "belajar dari dan mengikut Yesus". Oleh karena itu, saya ingin menguraikan secara singkat beberapa aspek utama dari pemuridan Kristen.

Pertama-tama, kita harus menyadari bahwa perbedaan yang kaku antara penginjilan dan pemuridan tidak sesuai dengan Alkitab. Baik dalam kehidupan kita maupun dalam Alkitab, jarang sekali ada kronologi penginjilan yang rapi, yang diikuti dengan pemuridan. Sering kali, garis antara keduanya menjadi kabur.

Sebagai contoh, kita dapat (salah) membaca Amanat Agung dari Yesus dalam Matius 28:18-20 sebagai sebuah panggilan untuk menginjili. Namun, apa yang Yesus katakan? "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku." Tuhan tidak mengutus kita hanya untuk memberikan panggilan untuk percaya dan berhenti sampai di situ saja. Tentu saja, kita harus mengabarkan Injil. Namun, Amanat Agung memanggil kita untuk memuridkan, bukan sekadar mempertobatkan.

Dengan menyingkirkan kesalahpahaman tersebut, kita dapat mulai memahami pemuridan Kristen. Mari kita definisikan frasa ini secara sederhana: Pemuridan Kristen berarti menjalani hidup dalam persatuan dengan Yesus, yang adalah hidup (Yohanes 14:6). Ada tiga karakteristik penting yang menonjol dari definisi ini:

1. Pemuridan Kristen adalah sebuah cara hidup, bukan sebuah keputusan satu kali atau komitmen yang setengah hati.

Mati terhadap cara hidup kita yang lama dan mengikut Yesus adalah sebuah komitmen setiap hari -- ini adalah sebuah gaya hidup
 

Pada sebuah masa ketika "nilai gaya hidup" mendominasi kehidupan kita, Yesus ingin agar kita memahami nilai gaya hidup pemuridan Kristen. Dengan kata lain, memikul salib. Oleh karena itu, pemuridan tidaklah mudah. Ketika Yesus memanggil kita untuk mengikuti-Nya, Dia memanggil kita untuk menanggalkan cara berpikir, cara hidup, dan kepercayaan yang lama. Hanya dengan anugerah Allah, kita menyalibkan kehidupan kita yang lama dan menaati panggilan ilahi untuk memikul salib: "Jika seseorang ingin mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, dan memikul salibnya setiap hari, dan mengikuti Aku" (Lukas 9:23, AYT).

Elemen "gaya hidup" dalam kata-kata Yesus sangat jelas. Mati terhadap cara hidup kita yang lama dan mengikut Yesus adalah sebuah komitmen setiap hari -- ini adalah sebuah gaya hidup. Pemuridan Kristen dimulai dengan Yesus memanggil kita untuk mengikuti-Nya. Dari sana, kita menikmati hidup baru, disertai dengan kematian setiap hari terhadap segala sesuatu yang ada sebelumnya.

2. Pemuridan Kristen berarti berjalan dengan iman.

Itulah artinya hidup dalam persatuan dengan Yesus -- hidup dengan iman kepada Anak Allah yang telah bangkit. Menggemakan panggilan Yesus yang memikul salib, Paulus menggambarkan persatuan kita dengan Kristus dengan cara ini: "Sebab, kamu sudah mati dan hidupmu tersembunyi bersama Kristus dalam Allah" (Kolose 3:3, AYT).

Iman adalah karunia ilahi (Efesus 2:8-10), oleh karena itu pemuridan kepada Yesus dimulai dan berlanjut hanya oleh kasih karunia Allah, melalui iman. Sumber kehidupan seorang murid adalah iman: "Tanpa iman, tidak mungkin menyenangkan Allah" (Ibrani 11:6, AYT).

3. Pemuridan Kristen menghasilkan kehidupan kekal, baik di dunia sekarang maupun di dunia yang akan datang.

Undangan Injil Yesus kepada kita adalah kehidupan yang berkelimpahan (Yohanes 10:10). Murid mengalami kehidupan kekal di sini dan saat ini (Yohanes 5:24), bahkan ketika dia menantikan kehidupan kekal di masa depan (Matius 19:29). Kenikmatan saat ini dan prospek kehidupan kekal di masa depan dimungkinkan karena kita dipersatukan oleh iman dengan Dia yang adalah "jalan, kebenaran, dan kehidupan" (Yohanes 14:6).

Bagaimana Allah menolong dalam pemuridan kita?

Jawabannya terletak pada istilah-istilah yang diambil dari Katekismus Singkat Westminster, pertanyaan dan jawaban 88, yang memberi tahu kita tentang "sarana anugerah": Firman Allah, sakramen-sakramen, dan doa. Semua ini disebut sebagai sarana anugerah karena merupakan sarana yang Allah gunakan untuk mencapai tujuan, yaitu mengubah kita menjadi serupa dengan Yesus ketika kita mengikuti-Nya (Rm. 8:29).

Secara praktis, setiap sarana ini sangat penting bagi pemuridan Kristen. Pertama, seorang murid Yesus akan mengasihi firman Tuhan. Dia akan senang membacanya, mempelajarinya, dan mendengarnya dikhotbahkan. Alkitab akan menjadi otoritas tertingginya dan seluruh hidupnya akan tunduk pada pengajaran yang berasal darinya.

Kedua, seorang murid Yesus akan mengambil bagian dalam Sakramen Baptisan dan Perjamuan Kudus. Kristus telah memberikan keduanya kepada gereja-Nya sebagai makanan rohani. Baptisan menandai inisiasi kita sebagai murid, sementara Perjamuan Kudus memberi kita makanan surgawi dalam perjalanan kita. Seorang murid tidak menaruh kepercayaan pada sakramen-sakramen itu sendiri, tetapi dengan iman, dia menerima kasih karunia Allah di dalam Kristus melalui Roh Kudus ketika dia menggunakannya dengan benar dalam persekutuan dengan orang-orang Kristen lainnya.

Ketiga, seorang murid Yesus akan berdoa. Seperti yang dikatakan tentang Rasul Paulus yang baru bertobat, demikian pula akan dikatakan tentang semua murid sejati, "lihatlah, orang itu sedang berdoa" (Kisah Para Rasul 9:11, AYT). Di dalam doa, murid menikmati persekutuan yang intim dengan Bapa surgawinya, melalui perantaraan Sang Anak, di dalam kuasa Roh Kudus.

Pemuridan Kristen dimulai dengan pilihan Allah yang penuh anugerah dan ditopang oleh Tritunggal dari awal hingga akhir. Oleh karena itu, kehidupan seorang murid sangatlah menggetarkan. Mungkinkah ada Guru yang lebih baik daripada Yesus? Mungkinkah ada pemberian yang lebih besar daripada kehidupan kekal? Dapatkah kita membayangkan ada bekal yang lebih baik daripada sarana anugerah yang Allah berikan kepada kita? Pemuridan Kristen adalah kehidupan yang seharusnya dijalani dalam dunia yang telah dirusak oleh dosa. Jadi, ketika kita mengikut Yesus, "Mari kita berpegang teguh pada pengakuan pengharapan kita karena Allah yang menjanjikannya adalah setia" (Ibrani 10:23, AYT).

(t/Jing-jing)

Diambil dari:
Nama situs:Ligonier
Alamat artikel:https://www.ligonier.org/learn/articles/what-is-christian-discipleship
Judul asli artikel:What Is Christian Discipleship?
Penulis artikel:Gabriel N.E. Fluhrer