Ini adalah tahun yang baru, dan kita memasuki sebuah awal yang segar -- sesuatu yang sering membuat banyak orang bersemangat menetapkan resolusi. Namun, bagi kita sebagai orang Kristen, tahun baru bukan semata-mata tentang berhenti minum soda atau mulai rutin pergi ke gym, meskipun hal-hal itu juga baik.
Tahun baru berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam, yaitu pertobatan dan pembaruan. Bagi kita, ini berarti memeriksa hati dan memberi Tuhan kesempatan yang mulia untuk mengatur ulang serta menyempurnakan hidup kita.
Merefleksikan Tahun Lalu: Pemeriksaan Hati
Sebagai pengikut Kristus, meluangkan waktu untuk merenungkan hidup adalah hal yang sangat bermanfaat. Menjelang tahun yang baru, kita perlu melakukan semacam "penilaian rohani". Proses ini menolong kita menyambut masa depan dengan hati dan pikiran yang diperbarui.
Anggaplah ini seperti sebuah pemeriksaan jantung. Namun, alih-alih mengandalkan stetoskop, kita bersandar pada doa dan ajaran Tuhan untuk menuntun dan menilai kondisi batin kita.
Dalam perenungan itu, kita perlu mengajukan pertanyaan yang jujur kepada diri sendiri. Bagaimana perjalanan rohani saya tahun lalu? Apakah saya konsisten berjalan dalam Roh? Atau justru sering tersandung -- mungkin sedikit, mungkin juga cukup sering?
Apa pun jawabannya, kita perlu menyadari bahwa kita tidak seharusnya terlalu keras terhadap diri sendiri. Kita hanyalah manusia, dan dosa merupakan bagian dari natur kita sebagai ciptaan yang telah jatuh.
Hal terpenting dalam proses ini adalah mengakui bagian-bagian hidup kita yang masih lemah. Renungkan apakah Anda terlalu mudah menyerah pada godaan. Apakah saya membiarkan kepahitan menguasai hati saya? Apakah saya lebih mementingkan kebutuhan pribadi daripada kebutuhan orang lain?
Kita perlu bersikap jujur, baik kepada diri sendiri maupun kepada Tuhan. Tujuan dari perenungan ini bukanlah menenggelamkan diri dalam rasa bersalah, tetapi membuka hati agar anugerah Tuhan dapat memulihkan dan menyegarkan kita sepenuhnya.
Secara pribadi, Yakobus 5:16 sangat menyentuh saya. Ayat ini mendorong kita untuk saling mengakui kesalahan. Ayat ini juga mengingatkan kita untuk saling mendoakan supaya kita dipulihkan. Selain itu, ayat ini menegaskan betapa besar kuasa doa orang benar.
Mengakui kesalahan memang bisa terasa canggung, dan membagikan pergumulan pribadi kepada orang lain tidak selalu mudah. Namun, dampak dari akuntabilitas dan iman yang dijalani bersama terbukti sangat transformatif.
Carilah seseorang yang Anda percayai -- mungkin seorang mentor atau sahabat dekat -- untuk berjalan bersama dalam proses ini. Komunitas Kristen yang sehat sering kali menolong kita melihat sisi-sisi hidup yang sulit kita sadari jika dijalani sendirian.
Kuasa Pertobatan: Berpaling dari Dosa
Sekarang, alih-alih hanya merasa menyesal atas kesalahan yang telah kita perbuat, kita dipanggil untuk menunjukkan pertobatan yang sejati. Pertobatan sejati membawa perubahan cara pandang sekaligus perubahan sikap yang sungguh-sungguh. Hal ini serupa dengan pengalaman ketika saya mencoba memanggang kue dan hasilnya benar-benar gagal -- saya harus mengakui bahwa saya salah mengikuti resep, membuang kue yang gagal itu, lalu memulai kembali dari awal.
Pertobatan adalah momen ketika kita rela membuang "kue" tersebut. Proses ini mencakup pengakuan atas kesalahan, memohon pengampunan Tuhan, serta mengambil keputusan sadar untuk bertindak berbeda ke depan. Perlu disadari bahwa Anda bukan sekadar meminta pengampunan, tetapi juga benar-benar melangkah menjauh dari hal-hal yang menghalangi hubungan Anda dengan Tuhan.
Cermatilah apa yang terjadi pada zaman sekarang. Kita menyaksikan begitu banyak perpecahan dan konflik di dunia, yang sering kali bersumber dari kesombongan dan kepentingan diri sendiri. Namun Tuhan mengundang kita untuk hidup menurut standar yang jauh lebih tinggi.
Walaupun hal ini sering terasa hampir mustahil, Dia mendorong kita untuk mengasihi musuh dan mengampuni mereka yang telah menyakiti kita. Inilah wujud pertobatan yang nyata. Ini adalah pilihan yang disengaja untuk menyatakan kasih di tengah dunia yang tampaknya justru tumbuh subur oleh kebencian. Pilihan ini harus diambil setiap hari, bahkan setiap saat.
Merangkul Pembaruan: Bertumbuh dalam Kristus
Pertobatan merupakan langkah awal, sedangkan transformasi adalah proses yang menyertainya. Proses ini menuntut kita secara sadar mencari hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan, meninggalkan kebiasaan lama, dan membangun kebiasaan baru yang mencerminkan karakter-Nya.
Bagaimana hal ini dapat dilakukan? Melalui doa, mempelajari firman Tuhan, bersekutu dengan sesama orang percaya, dan melayani orang lain. Saya tidak sedang berbicara tentang gereja besar atau situasi yang menekan. Pembaruan justru sering dimulai melalui langkah-langkah kecil yang bersifat pribadi.
Mungkin Anda memilih untuk mengawali hari dengan momen hening untuk berdoa dan membaca firman Tuhan, alih-alih langsung meraih ponsel. Mungkin Anda melakukan tindakan kebaikan sederhana, seperti membantu tetangga atau menjadi relawan di penampungan setempat. Atau mungkin Anda memutuskan untuk bergabung dengan kelompok kecil di gereja guna berbagi pergumulan dan kemenangan bersama sesama orang percaya.
Semua langkah kecil ini dapat menghasilkan perubahan yang besar. Bayangkan, dalam satu tahun ke depan, seperti apa hidup Anda jika sepenuhnya dijalani dengan berpusat pada Kristus? Inilah inti dari pembaruan -- perubahan yang disengaja untuk semakin serupa dengan Kristus.
Langkah-Langkah Praktis untuk Memulai yang Baru
Lalu, bagaimana kita menjalani proses pertobatan dan pembaruan ini secara nyata? Berikut beberapa saran yang dapat membantu Anda, atau setidaknya menginspirasi Anda merancang langkah-langkah sendiri:
Tetapkan Tujuan yang Jelas: Alih-alih berkata, "Saya ingin menjadi lebih baik sebagai orang Kristen", tetapkan tujuan yang konkret dan terukur. "Saya akan membaca satu pasal Alkitab setiap hari." "Saya akan mendoakan musuh saya setiap hari." "Saya akan melayani di dapur umum setiap bulan." Tujuan yang spesifik memudahkan kita memantau perkembangan dan menjaga motivasi. Tuliskan tujuan-tujuan itu dan letakkan di tempat yang mudah terlihat, karena pengingat visual sangat membantu.
Cari Partner Akuntabilitas: Bagikan tujuan Anda dengan seseorang yang bersedia mendorong dan mendukung Anda. Pilihlah orang yang dengan lembut dapat menuntun Anda kembali ketika Anda mulai goyah, karena kita semua pernah mengalaminya.
Rangkul Pengampunan: Ini sering kali menjadi bagian yang paling sulit. Namun anugerah Tuhan diberikan kepada kita dengan limpah -- karena itu kita pun dipanggil untuk membagikannya kepada orang lain. Proses ini mungkin menuntut usaha yang disengaja, doa, dan bahkan bantuan profesional, tetapi langkah ini merupakan bagian penting dalam perjalanan pembaruan.
Rangkul Kekuatan Pengakuan: Jangan takut untuk mengaku. Jika Anda melakukan kesalahan, akuilah dengan jujur, mintalah pengampunan, dan belajarlah dari pengalaman tersebut. Langkah ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pemulihan dan pertumbuhan rohani.
Mengatasi Rintangan: Tantangan Pembaruan
Mari kita mengakui kenyataannya: pembaruan bukanlah proses yang mudah. Pembaruan menuntut usaha, dan rintangan pasti akan muncul. Ada kalanya Anda ingin menyerah, dan kita semua pernah berada pada titik itu. Anda mungkin kembali bergumul dengan kebiasaan lama, menghadapi tantangan yang tak terduga, atau bahkan mengalami penolakan dari orang lain.
Di sinilah iman memainkan peran penting. Di sinilah komunitas menjadi sangat berarti. Bersandarlah kepada Tuhan. Bersandarlah kepada komunitas Anda. Bersandarlah kepada rekan akuntabilitas Anda. Ingatlah betapa besar kuasa doa, dan ingat bahwa Anda tidak pernah berjalan sendirian.
Renungkan berbagai teladan ketekunan dan iman sepanjang sejarah. Dari orang-orang Kristen mula-mula yang menghadapi penganiayaan hingga orang percaya masa kini yang bertahan di tengah tantangan besar, kesaksian iman selalu dipenuhi dengan pergumulan sekaligus kemenangan.
Kisah-kisah mereka seharusnya menguatkan dan mengingatkan kita bahwa perjalanan pembaruan sering kali dipenuhi rintangan, tetapi rintangan itulah yang justru memperdalam dan meneguhkan iman kita dengan cara-cara yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Ingat Filipi 4:13 (AYT): "Aku dapat melakukan segala sesuatu melalui Dia yang memberi kekuatan kepadaku." Ini bukan tentang kekuatan kita sendiri, tetapi tentang kuasa-Nya yang bekerja di dalam diri kita.
Sukacita Pembaruan: Hidup yang Diubahkan
Terlepas dari berbagai rintangan yang ada, sukacita dari pembaruan sungguh luar biasa. Bayangkan sebuah hidup yang dipenuhi damai sejahtera, sukacita, kasih, dan tujuan. Bayangkan hidup yang dijalani dengan iman yang nyata, memberi dampak positif bagi orang lain, dan memancarkan kasih Tuhan kepada dunia yang sangat membutuhkannya.
Inilah berkat besar dari menerima pertobatan dan pembaruan. Inilah hidup yang sepenuhnya dipersembahkan untuk menjalani kehendak Tuhan. Perlu diingat bahwa ini adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir. Ini adalah proses pertumbuhan, pembelajaran, dan perubahan yang terus berlangsung.
Percayalah, Anda tidak harus menjalaninya seorang diri. Tuhan senantiasa hadir di sisi Anda, membimbing, menopang, dan menguatkan setiap langkah yang Anda ambil. Dia bukan Pribadi yang jauh dan menghakimi, tetapi Bapa yang penuh kasih, yang mendukung Anda dan bersukacita atas setiap pertumbuhan dan keberhasilan Anda. Terimalah anugerah-Nya. Bersandarlah pada kuasa-Nya. Percayalah kepada rencana-Nya. Biarlah tahun yang baru ini menjadi awal ketika Anda benar-benar memulai hidup yang baru.
Mulailah yang Baru Tahun Ini!
Itulah rangkumannya. Pertobatan dan pembaruan bukanlah sesuatu yang bersifat sementara, tetapi merupakan komitmen seumur hidup. Dengan pertolongan Tuhan dan dukungan dari komunitas rohani, Anda dapat menjadikan tahun ini sebagai tahun yang paling transformatif dalam hidup Anda.
Semua ini bermuara pada satu pilihan, yaitu mendekat kepada Tuhan, dengan sengaja mengasihi sesama, mengampuni tanpa ragu, dan menjalani hidup yang memancarkan anugerah-Nya yang luar biasa.
(t/Jing-jing)
| Diambil dari: | ||
| Nama situs | : | iBelieve.com |
| Alamat artikel | : | https://www.ibelieve.com/holidays/starting-fresh-as-a-christian-in-the-new-year.html |
| Judul asli artikel | : | Starting Fresh as a Christian in the New Year |
| Penulis artikel | : | Emmanuel Abimbola |
sabda_ylsa
Yayasan Lembaga SABDA
sabda_ylsa
Selengkapnya
SABDA Alkitab
Podcast SABDA
Slideshare SABDA