Pada April 1942, Westminster Theological Seminary menyelenggarakan "The Christian World Order Conference", hanya beberapa bulan setelah Amerika Serikat secara resmi memasuki Perang Dunia II. Saat itu, dunia berada dalam masa yang penuh ketidakpastian. Tujuan konferensi tersebut adalah menunjukkan perbedaan antara pandangan dunia yang alkitabiah dan fasisme, komunisme, serta nasionalisme yang telah berakar di Eropa, Asia, dan wilayah lainnya. Konferensi ini didedikasikan untuk menerapkan kekayaan tradisi teologi Reformasi pada berbagai persoalan publik dan kemasyarakatan.
Keberhasilan konferensi tersebut menunjukkan perlunya menyebarluaskan materi ini. "The Presbyterian Guardian", sebuah surat kabar yang didirikan oleh J. Gresham Machen dan berafiliasi secara informal dengan Westminster serta OPC, menerbitkan sembilan artikel dalam seri berjudul "The Christian in the 20th Century World" dengan tujuan yang sama seperti konferensi tersebut. Isi artikel-artikel ini sangat menggugah dan, dalam banyak hal, masih sama relevannya bagi dunia abad ke-21 seperti bagi pembaca pada pertengahan abad ke-20. "Westminster Magazine" akan menerbitkan ulang setiap artikel tersebut, baik dalam bentuk cetak maupun daring.
Artikel kedelapan dalam seri ini adalah karya Burton L. Goddard yang berjudul "Orang Kristen dan Generasi Penerus". Burton Goddard lulus dari Westminster dengan gelar Bachelor of Divinity pada 1937. Dia kemudian meraih gelar PhD dalam bidang teologi dari Harvard University pada 1943. Dia menjabat sebagai Dekan Gordon College dan Gordon Divinity School (sekarang Gordon-Conwell Theological Seminary) selama 17 tahun. Dia juga menjadi profesor bahasa-bahasa Alkitab dan eksegesis. Goddard berperan penting dalam pendirian Evangelical Theological Society dan Chinese Evangelical Literature Committee. Dia menjabat sebagai presiden Evangelical Theological Society pada 1964. Dia juga menjadi editor "The Encyclopedia of Modern Christian Missions", serta menjabat sebagai sekretaris umum, editor, dan penerjemah Committee on Bible Translation yang turut menghasilkan terjemahan Alkitab New International Version (NIV) pada 1978.